(0271) 716517
kel-karangasem@surakarta.go.id

03-05-2026

WIB

 Admin Kelurahan Karangasem

 22-04-2026  10:55:28 WIB | Dibaca 1 Kali

Kelurahan Karangasem Selenggarakan Sosialisasi Penanganan Sampah Dari Rumah Tangga
Icon

Kelurahan Karangasem menyelenggarakan kegiatan 'Sosialisasi Penanganan Sampah dengan Pilah dari Rumah Tangga' di Gedung Serbaguna Kelurahan Karangasem, Laweyan, Surakarta, Selasa (21/4/2026).


Kegiatan ini bertujuan mengedukasi warga agar mampu mengelola sampah organik secara mandiri dari rumah sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir.


Hadir dalam acara tersebut Camat Laweyan Isnan Wihartanto, SH, Lurah Karangasem Endah Heni Pratiwi, SE., MM, Ketua LPMK Karangasem Ir. Nurwidayat serta para Ketua RT, RW, pegiat KWT dan Bank Sampah di Kelurahan Karangasem.


Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho Adi.


Dalam paparannya, Herwin mengungkapkan fakta sekitar 320 hingga 380 ton  sampah dibuang ke TPA Putri Cempo setiap harinya.


Dari total jumlah tersebut, Kelurahan Karangasem menyumbang sekitar 4,40 ton sampah per hari, di mana mayoritas merupakan sampah organik yang berasal dari rumah tangga.


Melihat angka tersebut, Herwin menekankan bahwa pemilahan sampah dari hulu atau tingkat rumah tangga menjadi kunci utama. 


Jika warga mampu mengolah sampah organiknya sendiri, volume sampah dari Kelurahan Karangasem yang dibuang ke TPA Putri Cempo dapat ditekan secara signifikan.


Berbagai metode pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan memiliki nilai guna, seperti pembuatan lubang biopori untuk resapan air sekaligus pembuatan kompos. Kemudian budidaya maggot untuk mengurai sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak.


Metode Teba Modern dengan sistem pengolahan sampah organik berbasis lubang galian yang dikelola secara higienis dan metode Eco-Enzyme yang mengolah sisa sampah rumah tangga menjadi pupuk cair multiguna.


Melalui kegiatan ini, Kelurahan Karangasem berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah antara organik dan anorganik dapat meningkat.